Skip to Content
Loading...
Official Pengajar Diponegoro
Official Pengajar Diponegoro
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Sejarah Awal Pengajar Diponegoro

Sejarah Awal Pengajar Diponegoro


Pengajar diponegoro sudah dipersiapkan sejak Oktober 2017. Awal mula, Pengajar Diponegoro bernama Manajemen Quran disingkat MQu, seiring berjalannya waktu Nama tersebut kurang mewakili langkah kerja lembaga jika komunitas ini berkembang. Sebelum punya ide untuk membuat lembaga, saya (Sigit Yuli Pramono) dan kawan-kawan mengajar di Masjid Pangeran Diponegoro, Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Personil saat itu ada 4 yakni: Sigit Yuli Pramono, Mahesa, Lage Apriliya, dan Anggun M. Di masjid Pangeran Diponegoro kami berempat sama-sama mengajar TPQ (Taman Pendidikan Alquran). Sempat berganti-ganti pengajar saat itu, diantara pengajar yang pernah mengajar di Masjid Pangeran Diponegoro, antara lain: Dwi Fitriono, Septi Raih Sugandi, Ahmad Faujan, Rohani.

  

Gambar: Logo Manajemen Quran  (Awal 2017)

 


 Manajemen Quran berganti nama lagi ditahun 2017 dengan nama LPTQ (Lembaga Pendidikan Tilawah Quran) Manajemen Quran dengan Logo baru. Terdapat tambahan LPTQ memberikan kesan bahwa lembaga ini formal seperti lembaga-lembaga yang lain. 

 Gambar: Logo LPTQ Manajemen Quran “Perubahan yang baru” (2017)


Masih ditahun yang sama karena sebuah tugas kuliah untuk membuat E-learning dari Prof Herman Dwi Surjono. Saya (Sigit Yuli P) membeli domain dan hosting ke idwebhost dengan nama pengajardiponegoro.org, dari sinilah kata Pengajar Diponegoro terbentuk. Kegunaan e-learning yang dibuta tersebut, berguna sebagai alat seleksi pengajar baru ketika akan bergabung. Tahun 2018 kami membuat konsep sistem organisasi, konsep sistem organisasi ini digunakan sebagai arah pengelolaan dan manajemennya. Sebelum disahkan bersama, konsep sistem organisasi tersebut ditawarkan kepada yang lain. Akhirnya semua menyetujui dengan pembentukan organisasi tersebut. Pada tanggal 19 janurai 2018, hari dimana peresmian konsep organisasi saya (Sigit Yuli P) disetujui Lega Apriliya, untuk saudara Mahesa dan Anggun M. berhalangan hadir tapi menyetujui agenda peresmian konsep organisasi.

Pada bulan Februari 2018 dimulailah Recuitment pertama untuk penerimaan pengajar berbasis e-learning. Pendaftar pertama saat itu yakni: Freedy Iswanto, Warsito, Mustika, Iman Khanafi, dan Lely. E-learning yang dibuat nampaknya masih belum optimal karena masih pertama kali. Mencoba untuk menguji produk konsep organisasi tersebut pada bulan juli 2018, diikutkan lomba di Poltekes Kemnkes Yogyakarta. Pengajar Diponegoro mendapatkan juara 2 dengan judul “Inovasi Penyediaan  jasa Pengajar Tahsin dan Tahfidz dengan Sistem Online berbasis Website di ERA Millennial”. Dilanjutkan semifinalis Lomba Proposal tingkat Nasioanl  dengan judul “Inovasi Penyelenggaraan jasa Pengajar Tahsin dan Tahfidz dengan Sistem Online berbasis Website di Revolusi Industri 4.0. Di UGM Yogyakarta 2018, dan Juara 2 Lomba Proposal kewirausahaan UTY Desember 2018.

Demikian juara-juara yang diraih oleh Pengajar Diponegoro, semoga dengan keberhasilan yang diraih menambah semangat kemajuan usaha organisasi ini. (catatan tahun 2018)


===================================================================================
Info Lebih lanjut di :
website resmi : www.pengajardiponegoro.org       
WhatsApp       : 085712840676
Email               : pengajardiponegoro@gmail.com
Instagram       : pengajardiponegoro.org
Facebook       : Pengajar Diponegoro
Youtube Chanel : Pengajar Diponegoro Organisasion








Berbagi

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?