Sejarah Awal Pengajar Diponegoro
Pengajar diponegoro sudah dipersiapkan sejak Oktober
2017. Awal mula, Pengajar Diponegoro bernama Manajemen Quran disingkat MQu,
seiring berjalannya waktu Nama tersebut kurang mewakili langkah kerja lembaga
jika komunitas ini berkembang. Sebelum punya ide untuk membuat lembaga, saya
(Sigit Yuli Pramono) dan kawan-kawan mengajar di Masjid Pangeran Diponegoro,
Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Personil saat itu ada 4 yakni: Sigit Yuli
Pramono, Mahesa, Lage Apriliya, dan Anggun M. Di masjid Pangeran Diponegoro
kami berempat sama-sama mengajar TPQ (Taman Pendidikan Alquran). Sempat
berganti-ganti pengajar saat itu, diantara pengajar yang pernah mengajar di
Masjid Pangeran Diponegoro, antara lain: Dwi Fitriono, Septi Raih Sugandi,
Ahmad Faujan, Rohani.
Gambar: Logo Manajemen
Quran (Awal 2017)
Gambar: Logo LPTQ Manajemen Quran “Perubahan yang baru” (2017)
Masih ditahun yang sama karena sebuah tugas kuliah untuk
membuat E-learning dari Prof Herman Dwi Surjono. Saya (Sigit Yuli P) membeli
domain dan hosting ke idwebhost dengan nama pengajardiponegoro.org, dari
sinilah kata Pengajar Diponegoro terbentuk. Kegunaan e-learning yang dibuta
tersebut, berguna sebagai alat seleksi pengajar baru ketika akan bergabung.
Tahun 2018 kami membuat konsep sistem organisasi, konsep sistem organisasi ini
digunakan sebagai arah pengelolaan dan manajemennya. Sebelum disahkan bersama,
konsep sistem organisasi tersebut ditawarkan kepada yang lain. Akhirnya semua
menyetujui dengan pembentukan organisasi tersebut. Pada tanggal 19 janurai
2018, hari dimana peresmian konsep organisasi saya (Sigit Yuli P) disetujui Lega
Apriliya, untuk saudara Mahesa dan Anggun M. berhalangan hadir tapi menyetujui
agenda peresmian konsep organisasi.
Pada bulan Februari 2018 dimulailah Recuitment pertama untuk penerimaan pengajar berbasis e-learning. Pendaftar pertama saat itu
yakni: Freedy Iswanto, Warsito, Mustika, Iman Khanafi, dan Lely. E-learning yang dibuat nampaknya masih
belum optimal karena masih pertama kali. Mencoba untuk menguji produk konsep
organisasi tersebut pada bulan juli 2018, diikutkan lomba di Poltekes Kemnkes
Yogyakarta. Pengajar Diponegoro mendapatkan juara 2 dengan judul “Inovasi Penyediaan
jasa Pengajar Tahsin dan Tahfidz dengan Sistem Online berbasis Website
di ERA Millennial”. Dilanjutkan
semifinalis Lomba Proposal
tingkat Nasioanl dengan judul “Inovasi Penyelenggaraan jasa Pengajar Tahsin dan
Tahfidz dengan Sistem Online berbasis
Website di Revolusi
Industri 4.0. Di UGM
Yogyakarta 2018, dan Juara
2 Lomba Proposal kewirausahaan UTY Desember 2018.
Demikian juara-juara yang diraih oleh Pengajar Diponegoro, semoga dengan keberhasilan yang diraih menambah semangat kemajuan usaha organisasi ini. (catatan tahun 2018)

